thumbnail Halo,

George Ankers membahas bagaimana Hodgson memaksakan Shelvey ke timnas Inggris, padahal dia belum siap mengembangkan permainan sendiri.


GOAL.com Indonesia   CATATAN
GEORGE ANKERS
ALIH BAHASA
DEWI AGRENIAWATI

Minimnya prestasi Inggris di level internasional kadang membuat pelatih tertekan. Fans menuntut peremajaam skuat, menyuntikkan tenaga muda setelah gagal di Euro 2012. Dan, itu memang tindakan yang harus dilakukan: mengangkut pemain muda sejak kualifikasi Piala Dunia agar mereka siap di turnamen musim panas, dua musim ke depan.

Tapi, tentu ada perbedaan antara memboyong pemain baru yang sudah siap mempelajari pertandingan internasional atau pemain baru yang masih harus belajar mengembangkan permainannya sendiri.

Jonjo Shelvey, misalnya. Punggawa Liverpool ini diyakini bisa ambil bagian di timnas Inggris untuk beberapa tahun ke depan, tapi untuk sekarang dia belum siap mengemban tugas tim senior. Dia bahkan belum menetapkan dan mengamankan tempatnya di Liverpool, belum cukup dewasa baik secara personal maupun profesional. Hal itu bisa kita lihat dari sikapnya yang mendapat kartu merah di laga kontra Manchester United beberapa waktu lalu.

Belum siap di Timnas Inggris?

JONJO SHELVEY
Liverpool

TOM CLEVERLEY
Manchester United

RAHEEM STERLING
Liverpool

JAMES MILNER
Manchester City
Pemain terlupakan...

ADAM LALLANA
Southampton

NATHAN DYER
Swansea City

GRANT HOLT
Norwich City

TONY HIBBERT
Everton
Terlepas dari kontroversi kartu merah Shelvey, kemampuan dan kepribadiannya masih perlu dikembangkan. Mengapa Roy Hogdson nekat memilih bakat muda yang tampil bagus di "beberapa" pertandingan, sementara banyak pemain lain yang sudah membuktikan diri secara reguler di klub selama beberapa tahun?

Shelvey bukan satu-satunya pemain yang dipanggil ke timnas setelah baru melakukan hal kecil di timnya. Sebelumnya, Hodgson juga pernah memanggil Martin Kelly--juga dari Liverpool--dalam skuat final Euro 2012 sebagai pelapis di bek kanan. Padahal, dia hanya tampil 20 pertandingan di musim itu.

Sementara Tony Hibbert, si spesialis bek kanan, bisa diandalkan dan memiliki kapabilitas, dengan lebih dari 250 pertandingan di Liga Primer Inggris malah terlupakan. Bek andalan Everton itu memang bukan the next Gary Neville, tapi jika Glen Johnson dibekap cedera tak perlu ragu harus memilih antara Hibbert atau Kelly di level internasional.

Sekali lagi, Kelly mungkin berhak mendapat caps di Inggris, tapi membawa pemain muda untuk Euro padahal dirinya sendiri belum tentu bisa merebut tempat Martin Skrtel dan Daniel Agger di klub adalah sebuah blunder menuju 2014

Masih dari Liverpool. Pemanggilan Raheem Sterling ke timnas senior di laga kualifikasi kontra Ukraina, padahal ketika itu dia belum sekali pun tampil di U-21 juga cukup mengejutkan. Ujung-ujungnya, Sterling malah dipanggil timnas U-21. Dia memang sempat mengirim beberapa crossing manis di laga melawan Manchester City, tapi kemampuannya masih jauh dari Nathan Dyer yang begitu luar biasa untuk Swansea City musim lalu.

Pemain lain yang seharusnya bisa lebih diberi kesempatan mengemban tugas negara adalah Adam Lallana. Di usia 24 tahun, kapten Southampton ini memenuhi syarat sebagai pemain muda yang siap menaikkan level di kancah internasional.

Selama tiga musim terakhir, karier Lallana terus mengilap. Dia menjadi pemain yang levelnya jauh di atas Championship dan cukup dewasa mengemban tugas sebagai kapten di St Mary's Stadium. Dia tidak hanya menawarkan penyegaran di skuat, tapi juga pemain komplet, salah satu opsi siap pakai yang seharusnya dimanfaatkan Hodgson.

Jadi, mengapa ketika Frank Lampard mulai melewati usia keemasan justru Shelvey yang mendapat peluang? Lallana malah terlupakan dan Leon Osman, pemain yang juga berada di bawah bayang-bayang youngster Liverpool juga diabaikan.

Situasi Shelvey juga dialami pemain muda Manchester United Tom Cleverley. Ya, gelandang ini memiliki kemampuan dan potensi yang tak perlu diragukan tapi dia hanya melakoni 15 laga selama 2011/12, musim dimana menjadi kunci perkembangannya dan bukan malah diganggu cedera.  

Ketidakmatangannya terlihat jelang di laga melawan Ukraina, September silam. Mengenakan nomor punggung 10, Cleverley terlihat gugup dan tidak tenang. Cleverley akan memiliki peran di masa depan, tapi ada baiknya lebih dulu konsentrasi dengan permainnya di Old Trafford.

Shelvey bukan satu-satunya keganjilan dalam pemilihan pemain muda untuk Tiga Singa. Masih ada nama Ryan Bertrand. Pemain usia 23 tahun ini belum berbuat banyak untuk Chelsea, tapi masuk dalam skuat yang akan berhadapan dengan San Marino dan Polandia.

Danny Welbeck sejauh ini tidak mengecewakan untuk Inggris, tapi dia akan kesulitan mengembangkan permainannya karena kesempatan merebut tim reguler di United terbatas. Sementara itu di Skotlandia, ada mesin gol Celtic Gary Hooper yang tampil memukau justru seperti tak terjangkau untuk masuk ke timnas.

Nama-nama lain yang terlupakan adalah Scott Sinclair: yang harus gigit jari karena Stewart Downing mendapat kesempatan lebih dulu. Leon Britton: terabaikan karena Jordan Henderson.

Jadi, daripada memasukkan pemain yang belum benar-benar siap--sementara fans menuntut hasil yang instan--ada baiknya Hodgson melupakan dulu "ikan kecil di kolam besar dan melihat mereka yang berada di kolam lebih kecil."


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.


Terkait