thumbnail Halo,

Parlemen Inggris menyampaikan laporan dan sejumlah rekomendasi agar FA memperbaiki lingkungan sepakbola.

GOAL.com Indonesia   OLEH
AGUNG HARSYA

Parlemen Inggris mendesak agar FA bersikap lebih tegas serta transparan tentang perilaku rasisme yang terjadi di lingkungan sepakbola.

Masalah ini kembali menyeruak ke permukaan setelah Anton Ferdinand menolak menjabat tangan John Terry ketika Queens Park Rangers menjamu Chelsea pada Liga Primer di Loftus Park, akhir pekan lalu. Sikap itu disebabkan hinaan Terry kepada Ferdinand musim lalu. Terry lolos dari hukuman pengadilan, tapi masih harus menghadapi tuntutan FA pekan depan.

Memerhatikan masalah ini, Parlemen meminta proses yang transparan di semua level sepakbola. Desakan tersebut diterbitkan Rabu (18/9) oleh komisi House of Commons yang mengatur masalah budaya, media, dan olahraga. Dalam laporan tersebut, komisi menganggap sepakbola telah menjadi ajang bagi kelompok ekstrimis dan rasis untuk menyampaikan pandangan mereka secara bebas kepada publik. Komisi juga meyakini homofobia menjadi ancaman terbesar untuk sepakbola setelah rasisme.

Seperti dilansir Daily Mail, FA dinilai terlalu birokratis, lamban, dan kurang memiliki kemampuan berpikir serta bertindak secara radikal. Dalam hal diskriminasi, FA juga dianggap bertindak sebagai polisi, hakim, dan pengeksekusi secara sekaligus. Komisi juga meminta agar FA menggelar kampanye yang mengangkat bahaya bahasa dan perilaku homofobik.

"Direksi FA harus bekerja sama dengan FA daerah serta klub untuk mengembangkan praktek terbaik dalam menjalani proses rekrutmen yang transparan dan memastikan penerapannya secara konsisten," bunyi rekomendasi komisi kepada FA.

FA menyambut baik laporan dan rekomendasi tersebut dengan menyatakan "akan mempertimbangkan secara terperinci rekomendasi komisi.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Terkait