thumbnail Halo,

Hamann memaklumi pemecatan Dalglish karena performa Liverpool sangat mengecewakan.

Salah satu pemain EPL Masters yang berlaga di Jakarta adalah Hamann. Ia merupakan salah satu dari sedikit pemain Jerman yang pernah berlaga dan cukup sukses di Liga Primer Inggris.

Ia pernah memperkuat Newcastle United, Liverpool dan Manchester City. Kesuksesan diraihnya bersama The Reds yang diperkuatnya dari tahun 1999 sampai 2006, diantarnya meraih gelar Liga Champions 2005 dan dua gelar Piala FA.

Sebelumnya, pemain bernama asli Dietmar Hamann ini juga cukup sukses di Bayern Munich dengan meraih dua gelar Bundesliga Jerman dan sekali menjuarai Piala UEFA. Di timnas Jerman, Hamann sempat membawa negaranya melaju ke final Piala Dunia 2002 sebelum kemudian dikalahkan Brasil.

Usai pensiun sebagai pemain, Hamann mencoba peruntungan sebagai pelatih. Ia sempat melatih klub-klub level bawah di Inggris, yaitu Milton Keynes Dons, Leicester City dan Stockport Country. Ia pun menyimpan ambisi untuk melatih klub level atas suatu waktu nanti.

Sebagai mantan pemain Liverpool, pria kalem ini ikut prihatin dengan kondisi mantan klubnya yang terpuruk di Liga Primer Inggris musim ini dan baru saja memecat pelatih Kenny Dalglish.

"Prestasi Liverpool di musim sangat mengecewakan. Mereka memang berhasil meraih gelar Piala Liga, tapi itu tidak cukup karena yang utama adalah hasil di liga. Mereka kembali gagal lolos ke Liga Champions dan itu akan sangat merugikan, baik dari sisi keuangan maupun kekuatan tim. Akan sangat sulit bisa menarik pelatih dan pemain terbaik bagi tim yang hanya finis di papan tengah," tuturnya waktu diwawancarai GOAL.com Indonesia di Jakarta, Minggu (27/5).

"Pemecatan Dalglish memang terkesan terlalu cepat karena belum disiapkan penggantinya. Tapi saya rasa itu bukan hal yang mengejutkan karena ia gagal membawa Liverpool bersaing di papan atas walaupun mampu mempersembahkan satu gelar. Saya tidak tahu siapa yang pantas menggantikan posisinya, yang jelas pelatih baru akan punya tugas berat untuk membawa klub kembali ke papan atas."

"Saya sendiri tertarik menjadi manajer Liverpool suatu hari nanti, tapi tentunya tidak dalam waktu dekat ini. Saya baru saja mendapatkan lisensi kepelatihan pro yang merupakan lisensi paling tinggi dari UEFA untuk bisa melatih tim utama di seluruh Eropa. Tapi untuk saat ini saya tidak berpikir mengenai hal itu (menjadi manajer Liverpool). Saya masih harus mengembangkan kemampuan saya selangkah demi selangkah."

Mengenai peluang Jerman di Euro 2012, Hamann tentunya ikut mendukung perjuangan negaranya. Tapi ia juga mengungkapkan ada tim lain yang juga berpeluang meraih gelar juara.

"Saya tentu ingin melihat Jerman menjadi juara, itu pasti. Tapi saya juga harus realistis karena mereka tergabung di grup berat dan bisa saja terjadi kejutan. Yang terpenting adalah lebih dulu lolos ke babak perempat-final, setelah itu peluang kami bisa lebih terbuka," terangnya.

"Inggris tidak banyak diunggulkan, tapi itu justru bisa membuat mereka tampil tanpa beban dan menampilan permainan terbaik. Spanyol masih diunggulkan untuk mempertahankan gelar, tapi Prancis bisa juga membuat kejutan. Ini akan jadi turnamen yang menarik dan ada banyak tim yang bisa tampil mengejutkan."



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait