thumbnail Halo,

Viv menandaskan Liga Primer Inggris adalah kompetisi terbaik dan paling populer.

Nama Viv Anderson mungkin tidak begitu populer meskipun pernah memperkuat klub-klub besar seperti Nottingham Forest, Arsenal dan Manchester United serta meraih banyak prestasi bergengsi.

Rasanya wajar karena masa aktif Viv adalah di tahun 1974 sampai 1995 saat Liga Primer baru mulai mendunia. Pria bernama lengkap Vivian Alexander Anderson ini pernah ditangani dua pelatih terbaik di Inggris dan Eropa, mendiang Brian Clough dan Ferguson.

Masa keemasan Viv bersamaan dengan kejayaan Forest saat masih disebut Clough. Ia ikut membawa timnya dua kali menjuarai Liga Champions (waktu itu masih bernama Piala Champions), sekali juara Liga Primer (Divisi 1), sekali juara Piala Super Eropa, dua kali juara Piala Liga dan sekali juara FA Charity Shield.

Viv juga langganan masuk timnas Inggris, dan termasuk angkatan pertama pemain berkulit hitam yang memperkuat Inggris di level internasional. Ia sempat masuk skuat the Three Lions di Euro 1980 dan 1988, dan Piala Dunia 1982 dan 1986.

Kepada GOAL.com Indonesia, pria ramah ini mengemukakan pendapatnya tentang prospek Inggris di Euro 2012 serta perbandingan antara Clough dengan Ferguson.

"Saya pikir peluang mereka sulit. Saat ini Inggris sedang dalam periode transisi, dengan manajer baru dan waktu yang singkat untuk membentuk tim dalam rangka turnamen besar. Banyak pemain yang mendekati masa akhir karier internasional mereka," ulasnya..

"Saya tidak yakin Inggris bisa memenangkan Euro, tapi mencapai perempat-final atau semi-final sudah menjadi prestasi yang baik. Menurut saya, Spanyol adalah kandidat terkuat untuk juara. Jerman juga kuat, dan siapa tahu Inggris bisa juara."

Viv mengaku terkejut saat FA lebih memilih Hodgson sebagai pelatih Inggris, bukan Harry Redknapp yang disebut-sebut sebagai pelatih terbaik Inggris saat ini. Hal ini pernah dilakukan FA yang tidak pernah mengangkat Clough sebagai pelatih Inggris meskipun punya prestasi gemilang bersama Forest.

"Saya sedikit terkejut karena semuanya menginginkan Harry Redknapp. Tapi saya pikir dia terlalu mahal. FA membayar gaji tinggi untuk manajer selama 5-6 tahun terakhir, maka akhirnya Roy lebih pantas," ujarnya.

"Saya juga menginginkan orang Inggris untuk melatih timnas, tapi kita harus lihat nanti. Menurut saya, dia punya mandat yang baik, dia pernah melatih di level internasional, menguasai tiga bahasa, jadi dia harus diberi peluang."

Lalum bagaimana pendapatnya tentang Ferguson dan Clough? "Dia sangat tegas, mengharapkan dan meminta usaha 100 persen dalam setiap pertandingan. Saya pikir dia manajer yang sangat hebat, yang menghasilkan banyak prestasi selama 25 tahun. Menurut saya, Sir Alex Ferguson adalah manajer terbaik sepanjang masa," tukasnya.

"Menurut saya, apabila Brian Clough mendapatkan sumber daya yang sama sebagaimana yang diperoleh Sir Alex Ferguson selama 25 tahun terakhir, maka Brian Clough akan menjadi manajer yang sedikit lebih berprestasi. Keduanya tak jauh berbeda," ucapnya.

"Brian Clough sangat sukses selama lima tahun, sedangkan Sir Alex sangat sukses selama 25 tahun. Tapi apabila saya harus memilih, saya pikir Brian Clough akan lebih unggul andai saja sumber daya sama seperti yang didapatkan Manchester United. Keduanya memiliki banyak kesamaan. Sama-sama meminta dipatuhi, bermain sepakbola dengan baik, dan keduanya sangat menakutkan, ha-ha-ha."

Lalu, klub mana yang paling berkesan bagi pria yang mendapat gelar MBE di tahun 2000 dari kerajaan Inggris ini? Apakah Arsenal, United atau Forest?

"Saya lahir di Nottingham dan memenangkan dua gelar Liga Champions secara berturut-turut merupakan prestasi membanggakan. Tapi saya menikmati semuanya, menikmati masa-masa bersama Manchester United, menikmati masa-masa bersama Arsenal. Tapi periode bersama Nottingham Forest unik dalam karier saya," terangnya.

Viv masih rajin menyimak kompetisi Liga Primer. Ia sangat antusias melihat persaingan untuk meraih gelar juara. Karena itu, ia pun tak ragiu mengklaim Liga Primer sebagai yang terbaik dan terpopuler.

"Banyak hal menarik musim lalu. Newcastle tampil baik, Manchester City menyabet gelar juara atas Manchester United pada detik-detik terakhir, Liverpool ada pergantian manajer, Chelsea meraih titel Piala FA maupun Liga Champions. Liga Primer Inggris tidak lagi two-horse race [persaingan dua tim saja]. Sekarang banyak tim yang berpotensi memenangkan EPL," tuturnya.

"Ini sungguh menarik bagi fans yang menyaksikan EPL. Jangan lupa juga dengan Arsenal dan Tottenham. Terdapat enam atau tujuh tim yang bersaing merebut titel tahun depan. Itu bagus dan inilah liga terbaik. Kalau ke Spanyol, hanya ada dua tim, di Italia pun mungkin begitu. EPL disiarkan di 200 negara setiap akhir pekan. Hal itu menunjukkan betapa populernya liga tersebut."


Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.