thumbnail Halo,

Fowler menilai para pemilik klub sekarang ini lebih mengharapkan hasil bagus dalam waktu singkat.

Kehadiran para pemain EPL Masters membuat para penggemar Liga Primer Inggris di Indonesia bisa melihat pemain-pemain yang pernah mereka idolakan.

Salah satunya adalah Fowler, salah satu pemain legendaris Liverpool. Penyerang asal Inggris ini termasuk sangat produktif. Ia mencetak 162 gol di liga (128 gol dicetaknya bersama Liverpool) dan menempati urutan keempat di jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Primer.

Mantan pemain Leeds United dan Manchester City ini terakhir bermain di klub Thailand, Muangthong United. Kesuksesan Fowler bersama Liverpool tidak menular ke tim nasional Inggris. Ia hanya bermain 26 kali dan mencetak tujuh gol, dan tampil di Euro 1996, 2000 dan Piala Dunia 2002 sebagai pemain pengganti.

Menjelang Euro 2012, pemain kelahiran Toxteh, Liverpool, ini ikut mengikuti perkembangan timnas negaranya. Ia mengakui Inggris bukan unggulan utama tapi itu justru bisa membuat Inggris tampil lebih lepas.

GOAL.com Indonesia pun berkesempatan mewawancarai pemain yang dijuluki 'God' oleh para fans Liverpool ini, di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan, beberapa hari lalu. Ia pun mengungkapkan pendapatnya tentang timnas Inggris, Liverpool dan Liga Primer Inggris.

"Mereka punya peluang. Skuat ini di atas kertas mungkin yang terbaik saat ini. Inilah skuat yang paling oke untuk dipilih [oleh pelatih Roy Hodgson]. Tapi saya tidak tahu bagaimana kiprah mereka dalam turnamen nanti," ucapnya.

Fowler memang tidak terlalu optimis dengan peluang Inggris, tapi ia berharap setidaknya lolos ke perempat-final adalah target yang realistis. Ia pun meyakini kepemimpinan Steven Gerrard sebagai kapten tim akan membawa dampak positif.

Melihat grupnya, saya pikir Inggris dalam grup tangguh. Pertandingan Prancis sangat berat. Prancis mulai bermain baik. Tapi dalam turnamen ini, Inggris bisa menambah kepercayaan diri dan mendapat momentum yang baik ketika memenangkan satu atau dua pertandingan grup. Kemudian apapun bisa terjadi di perempat-final dan seterusnya," ujarnya.

"Saya pikir pemilihan [Steven] Gerrard sudah tepat. Jujur saja, seharusnya dia dari dulu terpilih sebagai kapten. Di bawah Gerrard, saya pikir Inggris akan menjadi tim yang lebih baik. Liverpool selalu bagus saat dia dalam permainan terbaik, jadi saya pikir Inggris bisa demikian."

Berbincang dengan salah seorang legenda Liverpool tentunya Anda ingin tahu bagaimana pendapatnya tentang klub yang baru saja memecat pelatihnya ini. Fowler ternyata mengaku tidak terkejut dengan pemecatan Dalglish yang dianggapnya menjadi korban dari bisnis sepakbola modern..

"Tidak ada lagi yang mengejutkan dalam sepakbola. Kenny Dalglish adalah orang yang hebat, pemain hebat, dan manajer hebat. Rasanya sedih melihat siapapun pergi, tapi di zaman sekarang, sepakbola adalah murni bisnis. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan keinginan para pemilik, sayangnya mereka akan mencari yang lain. Ini bukan hanya di Liverpool, tapi juga di klub-klub lainnya," tuturnya.

"Kalau saya bisa mengambil keputusan, saya akan memberikan Kenny waktu yang lebih banyak. Lihat saja Sir Alex Ferguson ketika memulai di Manchester United. Dia menghabiskan waktu tujuh tahun sebelum meraih gelar. Sekarang, pemilik klub cenderung mengambil keputusan secepatnya, dan berpikir secara jangka pendek untuk meraih prestasi. Sepakbola adalah bisnis besar sekarang."

Fowler juga bersikap skeptis mengenai calon pengganti Dalglish. Menurutnya, siapa pun yang menjadi penggantinya harus diberi waktu beberapa tahun serta dana yang cukup besar untuk membeli pemain.

"Saya tidak tahu persis. Banyak nama yang telah disebut., ada [Fabio] Capello dan [Brendan] Rodgers. Tapi sejujurnya, saya tidak peduli, yang penting Liverpool bisa sukses. Siapapun manajer yang masuk, dan dia sukses, saya akan senang. Untungnya bukan pekerjaan saya untuk memilih," ucapnya.

"Ada beberapa nama yang bagus, dengan mandat yang tepat, tapi apakah mereka bisa membeli lima, enam, atau tujuh pemain di bawah persetujuan para pemilik? Saya tidak tahu. Siapa saja yang datang akan mendapat pekerjaan sulit, dan saya pikir dia harus diberi waktu lebih dari setahun menangani klub ini. Mengganti manajer setiap saat bukanlah hal yang tepat. Klub ini butuh stabilitas, itu penting bagi sepakbola."

"Apakah Liverpool harus berbelanja banyak seperti [Manchester] City sering ditanyakan. Jujur saja, mereka harus beli banyak menghabiskan dana untuk mendatangkan pemain-pemain baru."

"Arsenal, City, semuanya akan membeli pemain baru sebelum musim baru nanti, jadi Liverpool harus melakukan yang sama. Musim lalu di peringkat delapan dan Liverpool harus kembali ke empat besar. Itupun sulit, karena empat besar musim lalu akan mendatangkan pemain-pemain baru juga. Musim depan pasti menarik."

Fowler tak lupa memberikan komentarnya tentang EPL Masters dan berharap bisa membawa Liverpool Masters menjadi juara.

"Saya tak sabar. Datang ke Jakarta dan bergabung dengan pemain legenda lainnya sangat menyenangkan. Kami semua menikmati [EPL Masters] karena mentalitas sepakbola kembali tertanam dalam diri masing-masing.

"Saya tidak menganggap ajang ini untuk sekedar main-main. Saya ingin membantu tim Liverpool Master menjadi juara. Kami akan menampilkan permainan yang terbaik dan menghibur," pungkasnya.

Terkait