thumbnail Halo,

Wasit Inggris itu merasa sudah membuat langkah yang tepat saat insiden kolapsnya Fabrice Muamba di lapangan.

Howard Webb memiliki pengalaman memimpin pertandingan yang diwarnai insiden kolapsnya pemain di lapangan.

Momen itu terjadi saat Bolton Wanderers menghadapi Tottenham Hotspur di laga Piala FA, di mana pemain yang kolaps adalah Fabrice Muamba.

Webb bercerita, keputusannya untuk menghentikan pertandingan diambil dengan sangat cepat karena melihat banyak indikasi untuk melakukannya.

"Saya berbalik dan melihat dia terjatuh dengan wajah mencium tanah dengan tidak ada pemain lain di sekelilingnya. Hal ini bagi saya sangat serius dan hal yang jauh dari cedera yang normal," cerita Webb saat di kongres medis FIFA.

"Fakta bahwa dia tidak berguling-guling atau berteriak kesakitan, cara dia terjatuh tanpa kontak badan, membuat saya berpikir cepat bahwa cederanya serius. Dan bukan saya saja yang berpikir demikian, pemain juga. Anda bisa melihat reaksi William Gallas, pemain lawan, yang seketika langsung melambaikan tangan meminta orang di bangku cadangan untuk masuk ke lapangan," lanjutnya.

Jika pertandingan tidak dihentikan dalam 20 atau 30 detik, sambung Webb, ceritanya bakal lain.

"Hal semacam itu bisa membuat perbedaan pada peluangnya untuk pulih," imbuhnya.

Penanganan cepat dari tim medis, lanjut Webb, juga sangat dibutuhkan. Dia pun memberikan kredit khusus kepada dokter Bolton Jonathan Tobin yang menangani Muamba di lapangan.

"Mereka menyadari betapa seriusnya ini setelah memulai melakukan CPR. Benar-benar luar biasa, tak bisa dipercaya," kagum Webb.

"Saat itu reaksi penonton tak bisa dipercaya dari pengalaman yang saya alami di sepakbola dan memikirkannya membuat saya sangat emosional. Ada lebih dari 40 ribu orang dan dokter sangat fokus, menjalankan apa yang harus mereka lakukan dalam situasi seperti itu."

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait