thumbnail Halo,

Paul Gascoigne tidak ingin pemecatan dirinya, seperti saat melatih Kettering, terulang lagi.

Paul Gascoigne, mantan bintang timnas Inggris, kembali ke sepakbola dengan menjadi manajer baru Garforth Town -- klub non-Liga.

"Ini tantangan besar bagi saya," ujar Gascoigne seperti dikutip News of the World.

"Saya merasa lebih sehat saat ini. Namun saya tidak tahu apakah pemain senang atau tidak bergabung dengan saya," lanjutnya.

Menurut pemain yang sekian tahun sulit melepaskan diri dari ketergantungan minuman keras, dirinya tidak pernah tahu akan kembali ke sepakbola. Setelah pensiun dari lapangan hijau, Gascoigne lebih banyak menghabiskan waktu di bar untuk mabuk.

Ia kerap berurusan dengan polisi, dan masuk panti rehabilitasi. Terakhir, Gascoigne divonis mengalami depresi, dan nyaris gila.

"Kini yang saya inginkan adalah memberikan komitmen kepada klub yang menaruh kepercayaan kepada saya," kata Gascoigne.

Ia juga mengatakan ingin pemain Garforth berkembang, dan klub mengalami kemajuan.

Gascoigne yakin dirinya akan mendapatkan publikasi besar, seakan dirinya sedang menangani klub Liga Primer. Namun, katanya, dirinya tidak ingin pemain larut dalam suasana itu.

"Saya ingin segera menjalankan tugas, meski saya tahu tidak mudah mengawali karier sebagia pemimpin pertandingan sebuah klub. Saya pasti gugup," kata Gascoigne.

Sepanjang kariernya, Gascoigne telah memperkuat Newcastle, Totenham, Lazio, dan Rangers. Ia sempat melatih Kettering, tapi Imraan Ladak -- pemilik klub -- memecatnya setelah 39 hari karena sering mabuk.

"Saya tidak ingin lagi mengalami pemecatan seperti itu," Gascoigne berjanji.

Siapa bisa percaya pada janji seorang pemabuk?

Terkait