thumbnail Halo,

Sang pelatih mengakui penampilan Italia di Stadion Nasional Ta'Qali di bawah standar.


OLEH   DEDE SUGITA


Cesare Prandelli tak memungkiri bahwa Italia besutannya bermain di bawah performa terbaik kala bertamu ke Malta dalam lanjutan Pra-Piala Dunia 2014.

Gli Azzurri memang berhasil membawa pulang kemenangan 2-0 berkat dwigol Mario Balotelli, tapi terlihat kerepotan menghadapi perlawanan alot sang lawan yang sejatinya berkategori semenjana.

Mereka bahkan mungkin kebobolan andai Gianluigi Buffon tak sigap menghadang penalti Michael Mifsud.

"Kami tahu tak akan ada ruang dan mungkin sedikit terlalu lamban dalam konstruksi permainan, jadi kami menghadapi masalah. Kami masih tetap menjaga penguasaan bola sepanjang permainan, tapi kekurangan intensitas dalam penyelesaian akhir," ucap Prandelli.

"Ada jarak terlalu jauh antara para bek dan gelandang, jadi operan-operan sering salah. Mungkin ini tampak aneh, tapi angin juga memengaruhi umpan-umpan panjang."

"Kami melakukan beberapa hal dengan baik, tapi sejumlah hal lainnya tidak terlalu baik. Kami harus belajar dari sini bahwa menghadapi tim-tim yang menutup diri kami harus mengalirkan bola pendek dan cepat."

Bagaimanapun, Prandelli toh tetap menyampaikan pujian khusus untuk dua pahlawan La Nazionale di Stadion Nasional Ta'Qali.

"Buffon menandai landmark ini [126 laga internasional] layaknya seorang kapten dengan penyelamatan hebat di momen krusial."

"Balotelli harus terbiasa diprovokasi dan harus mempertahankan ketenangannya, seperti yang dilakukannya hari ini," tandas sang allenatore.



GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda: