thumbnail Halo,

Menurut Deschamps, taktik defenfif bukanlah solusi untuk meredam armada Vicente del Bosque.


OLEH   DEDE SUGITA


Prancis mengantungi bekal berharga jelang menghadapi Spanyol midweek depan. Mereka sukses merebut peringkat pertama Grup I kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Eropa dari tangan sang rival usai melibas Georgia 3-1, Sabtu (23/3) dinihari WIB. Tim Matador sendiri tertahan imbang 1-1 kontra Finlandia.

Melawan Georgia, Les Bleus menggeber permainan ofensif yang terbukti ampuh dengan dihasilkannya tiga gol lewat Olivier Giroud, Mathieu Valbuena, dan Franck Ribery.

Pelatih Didier Deschamps pun siap mempertahankan pola menyerang kala berjumpa Spanyol. Kendati La Roja juga tenar dengan daya serang yang dahsyat, menurut Deschamps taktik defenfif bukanlah solusi untuk meredam armada Vicente del Bosque.

"Bermain melawan Spanyol dan berpikir tentang bertahan bukanlah soludi," kata sang pelatih usai laga kontra Georgia.

"Hal terpenting adalah mempertahankan posisi pertama setelah laga pada Selasa, dan yang terutama di klasemen akhir grup."

"Sebuah kejutan Finlandia bisa mendapatkan hasil imbang, tapi itu menunjukkan bahwa situasi berat untuk seluruh tim. Kami menunaikan tugas kami [mengalahkan Georgia] dan kita akan melihat apa yang terjadi pada Selasa."

Tiga angka atas Georgia tentu disambut positif Deschamps, tapi ia tetap menyesali kegagalan Prancis menorehkan clean sheet.

"Hal terpenting adalah menang. Kecolongan gol tersebut menganggu saya karena kami terlalu rileks. Saya seorang perfeksionis, tapi kami toh mencetak tiga gol."




Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!