thumbnail Halo,

Bek asal Kongo ini menanggapi isu rasisme yang kembali muncul ke permukaan setelah Kevin-Prince Boateng menjadi korbannya.


OLEH  SANDY MARIATNA     Ikuti @fasandym di twitter

Bek Anzhi Makhachkala Christopher Samba menyebut jika rasisme mampu mematikan esensi permainan sepakbola. Samba juga kerap menjadi korban rasisme yang dikumandangkan para suporter di Rusia.

“Saya memuji klub dari Kevin-Prince Boateng dan rekan-rekan yang mendukungnya. Nyanyian suporter itu sangat memalukan, sedih melihatnya. Ini dapat membunuh permainan,” ungkapnya kepada The Guardian.

Ia melanjutkan, “Beberapa fans Zenit St Petersburg telah mengeluarkan pernyataan buruk karena tidak menginginkan bemain berkulit gelap di timnya. Saya juga korban insiden rasis di Lokomotiv Moscow.”

Samba juga menanggapi proyek besar Anzhi yang beberapa tahun terakhir kerap mendatangkan pemain bintang, meski dengan uang yang tidak sedikit. “Pemilik klup mencoba memberikan kesenangan bagi orang-orang dengan membentuk tim ini,” pungkasnya.

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait