thumbnail Halo,

Juara wilayah CONCACAF ini ingin meningkatkan performa buruknya di tahun 2011 lalu ketika mereka kalah lawan jawara J-League Keyshiwa Reysol lewat adu penalti.


PROFIL  ERIC GOMEZ       ALIH BAHASA  SANDY MARIATNA    
Dua hari lagi Piala Dunia Antarklub 2012 akan digelar, dan beberapa klub akan bersaing untuk mendapatkan titel terbaik di dunia.

Turnamen yang digelar pada 6 hingga 16 Desemberi di Jepang, akan menghadirkan klub-klub papan atas dari seluruh benua. Sementara pecinta sepakbola telah mengenal Barcelona dan Santos, beberapa tim lain membutuhkan pengenalan.

GOAL.com akan menyajikan kepada Anda tujuh tim yang akan berpartisipasi dalam turnamen ini. Berikut adalah profil jawara asal Meksiko: Monterrey.

SEJARAH SINGKAT
Di tahun 1945 menjelang Perang Dunia Kedua berakhir, Monterrey dibentuk untuk memberi identitas pada kotanya - yang identik dengan baseball - di tengah liga profesional Meksiko yang baru berusia dua tahun. Peristiwa kecelakaan bus yang merenggut nyawa beberapa pemain secara tragis, memaksa mereka untuk vakum dari liga sampai tahun 1952. Lalu di tahun 1956, mereka promosi ke divisi paling atas.

Beberapa dekade penuh ketidakstablian menerpa klub yang memiliki julukan Los Rayados ini. Sampai akhirnya di era 1980-an mampu bermain apik dan juara liga untuk pertama kalinya pada 1986. Tahun 2003, pelatih Daniel Pasarella membawa mereka juara untuk yang kedua kalinya. Lalu ada Victor Manuel Vucetich yang berperan membawa Monterrey juara liga pada tahun 2009 dan 2010, dan juga juara Liga Champions CONCACAF pada tahun 2011 dan 2012.
TAKTIK & GAYA BERMAIN
Victor Manuel Vucetich ahli dalam mengatur gaya permainan Monterrey yang bertipe menyerang. Para gelandang veteran diberi tanggung jawab untuk memaksimalkan penguasaan bola dan menciptakan peluang bagi dua striker di depan.

Banyaknya opsi gelandang yang dimiliki Vucetich memungkinkan dirinya untuk  mengubah dari sistem penyerangan dengan umpan-umpan langsung dari tengah lapangan, menjadi sistem penyerangan yang bertumpu pada sayap. Ini memungkinkan crossing dan pergerakan dari striker bintang mereka Humberto Suazo dan Aldo de Nigris. Dalam pertahanan, mereka kerap menggunakan sistem empat bek.
BINTANG | Humberto Suazo

Pemain timnas Chili ini telah menjadi perhiasan mewah bagi Monterrey dan menjadi figur sentral dalam penyerangan selama lima tahun terakhir. Dia telah mencetak 100 gol bagi klub asal Meksiko utara ini dan membuatnya menjadi topskor Monterrey sepanjang masa.

Masih meledak-ledak di usia 31, kontrol, kekuatan, dan kecepatan Suazo membuatnya menjadi mimpi buruk bagi pemain bertahan lawan. Sama berbahayanya di dalam dan di luar kotak penalti, membuat tim-tim lawan yang menghadapi Monterrey akan melakukan segala upaya untuk menghentikan Suazo di Piala Dunia Antarklub ini.

SIMBOL | Aldo de Nigris

Pemain yang dihormati dalam organisasi dan komunitas Monterrey, De Nigris menjadi orang menonjol. Sementara adiknya Antonio adalah salah satu dari pemain Meksiko yang diekspor ke Eropa. Ketika Antonio meninggal karena serangan jantung di Yunani, De Nigris mendedikasikan performanya kepada adiknya. Beberapa bulan kemudian, D Nigris mampu menjadi inspirasi tim ketika menjuarai liga.

Sebagai wakil kapten tim, De Nigris akan berperan sebagai supporting striker bagi Suazo. Tetapi, pemain timnas Meksiko ini tetap tajam di depan gawang, dengan mencatatkan 50 gol di liga.

PEMAIN MUDA | Jesús Corona
Sebagai pemain 19 tahun yang muncul akibat cederanya beberapa pemain reguler, Corona menunjukkan kepada pelatih Victor Manuel Vucetich bahwa dia mampu bertahan dalam starting XI. Berposisi asli sebagai sayap kanan, Corona bergeser menjadi bek sayap bagi Monterrey, memperlihatkan kecepatannya saat berlari di lapangan. Meski berubah posisi menjadi wingback, ia tidak menunjukkan kelemahan dalam bertahan.

TIGA FAKTA MENARIK

  • Jersey utama Monterrey, yang bergaris biru dan putih, terinspirasi dari klub Meksiko lain, Tampico Madero, yang memiliki jersey serupa pada tahun 1960-an.
  • Selama karirnya, pelatih Victor Manuel Vucetich telah memenangkan 12 dari 13 final yang pernah dijalaninya sejak tahun 1989. Santos Laguna menjadi klub yang menghentikannya di tahun 2012 ketika mengalahkan Monterrey pada final Liga MX.
  • Monterrey adalah tim pertama yang mampu memenangi Liga Champions CONCACAF secara berturut-turut. Sebelumnya, Pachucha juga pernah melakukan hal serupa pada tahun 2007 dan 2008 ketika masih bernama Piala Champions CONCACAF.

PRAKIRAAN STARTING XI

Monterrey masih berjuang dari cedera beberapa pemainnya dan juga percekcokan di ruang ganti pasca rampungnya Liga MX. Ini mendorong pelatih Vucetich untuk mengeluarkan Angel Reyna, gelandang berbakat namun bermasalah, dari formasinya. Meski demikian, kita sepertinya akan melihat lini gelandang Monterrey sesuai dengan beberapa laga terakhir di liga domestik.


Monterrey
Orozco
Pérez, Basanta (c), Mier, Chávez
Cardozo, Ayoví, Morales, Delgado

De Nigris, Suazo

Ikuti GOAL.com Indonesia di
twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait