thumbnail Halo,

Setelah 30 tahun melatih, Hiddink akan mencurahkan pengalamannya di bidang lain.


OLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti Adhe Makayasa di twitter

Pelatih tim Anzhi Makhachkala Guus Hiddink, baru-baru ini telah membuat pengumuman mengenai rencana pensiunnya di akhir musim nanti.

Kepada De Telegraf, pelatih yang kenyang akan pengalaman di dunia internasional itu pun mengaku bahwa ia bakal banting stir. Lebih jauh, Hiddink juga menggarisbawahi bahwa dirinya tidak akan lepas dari dunia yang telah membesarkan namanya.

“Bukan maksud saya untuk tetap melatih hingga waktu yang sangat lama ketika saya bergabung dengan klub ini [Anzhi],” ujar Hiddink.

“Pada dasarnya, saya akan berhenti di akhir musim nanti. Di usia 66 tahun, saya pikir saya sudah cukup.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Mungkin saya akan menjadi penasihat atau supervisor untuk para pemain muda atau pelatih.

“Saya ingin mengajari orang-orang bagaimana caranya untuk menangani isu-isu tertentu dalam sepakbola atau bagaimana mereka dapat merencanakan jalur karir mereka. Kedengarannya menarik. Saya tidak akan menghilang begitu saja ke dalam lubang hitam.

“Anzhi adalah tim terakhir yang akan saya latih,” tutup Hiddink.

Selama karirnya, pria asal Belanda itu terhitung pernah menangani lima tim nasional dan berbagai klub besar di Eropa. Akan tetapi, prestasi paling sensasional dari Hiddink lahir saat ia mampu membawa Korea Selatan menjadi tim peringkat empat di Piala Dunia 2002.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait