thumbnail Halo,
Live

Olympics Women

  • 10 Agustus 2012
  • • 01:45
  • • Wembley Stadium, London
  • Wasit: B. Steinhaus
  • • Penonton: 80203
2
FT
1

Sepakbola Putri Olimpiade: Emas Masih Milik Amerika Serikat

Sepakbola Putri Olimpiade: Emas Masih Milik Amerika Serikat

Ronald Martinez

Amerika Serikat mengalahkan Jepang 2-1 di final sepakbola putri Olimpiade 2012 berkat gol-gol yang diborong Carli Lloyd.

Amerika Serikat berhasil membalas dendam kekalahan Piala Dunia 2011 atas Jepang pada pertandingan final Olimpiade 2012 yang disaksikan 80.203 penonton di stadion Wembley, Kamis (9/8) petang. Jumlah penonton merupakan rekor terbanyak untuk sebuah pertandingan sepakbola putri Olimpiade.

Kedua tim sama-sama tampil mengenakan seragam tandang. Pertandingan ini merupakan ulangan final Piala Dunia 2011. Saat itu, Jepang mengalahkan Amerika Serikat melalui adu penalti setelah bermain 1-1 selama 90 menit plus perpanjangan waktu. Pertandingan final ini dipimpin pula oleh wasit yang sama pada pertemuan terakhir kedua tim itu, yaitu Bibiana Steinhaus asal Jerman.

Bermain cepat, Amerika Serikat membuka keunggulan pada menit kedelapan. Dari sayap kiri Tobin Heath melakukan overlap dan memberikan umpan mendatar kepada Alex Morgan. Sekali kontrol, Morgan melepaskan umpan silang ke arah Abby Wambach yang berdiri bebas. Namun, dari belakang Carli Lloyd muncul menyongsong dan menyundul bola ke dalam gawang Miho Fukumoto.

Jepang memperoleh peluang emas menyamakan kedudukan pada menit ke-17. Umpan terobosan Homare Sawa diteruskan tembakan Nahomi Kawasumi. Bola sudah lewat dari jangkauan Hope Solo, tapi mampu dicegah Christie Rampone. Bola muntah digasak Yuki Ogimi. Kali ini Solo sudah dalam posisi siap dan berhasil membendungnya.

Semenit berselang, Ogimi kembali mengancam lewat sundulan kepala. Bola ditepis Solo dan menyentuh mistar gawang sebelum diamankan barisan belakang Amerika Serikat.

Menit 26, Jepang meminta hadiah penalti ketika tendangan bebas kapten Aya Miyama mengenai lengan Heath. Meski tayangan ulang menunjukkan klaim itu berasalan, wasit Steinhaus bergeming.

Setelahnya, Jepang hampir memberikan hadiah kepada Amerika Serikat setelah Azusa Iwashimizu terhindar dari menjebol gawang sendiri. Bermaksud mengantisipasi umpan Amy LaPeilbet, sundulan bolanya malah menghantam tiang. Beruntung bola tidak mengarah masuk ke dalam gawang Fukumoto.

Meski Amerika Serikat lebih banyak menguasai bola dan berinisiatif menyerang, Jepang mampu mengimbangi dengan permainan umpan-umpan pendek. Setiap kali menyerang, Jepang selalu mengancam gawang Solo. Pada menit ke-38, tendangan Shinobu Ohno dari luar kotak penalti melebar di tiang kiri. Peluang itu menjadi yang terakhir diperoleh Jepang di babak pertama.

Di awal babak kedua, Jepang banyak melakukan tekanan di wilayah pertahanan Amerika Serikat. Serbagai balasan, serangan sang juara bertahan Olimpiade bertumpu pada kemampuan Morgan. Berkat itu pula Amerika Serikat mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-54.

Morgan menjadi tembok yang memantulkan bola kepada Megan Rapinoe. Sayap kiri Amerika Serikat ini lalu memberikan bola kepada Lloyd. Dari lingkaran tengah, gelandang 30 tahun itu menggiring bola tak terhadang sampai akhirnya melepaskan tembakan keras yang sulit dijangkau Fukumoto.

Pertandingan belum berakhir. Jepang berhasil membalas pada menit ke-63. Ogimi berdiri tak terkawal saat menyambar bola liar dalam situasi kemelut di dapan gawang Amerika Serikat. Gol tersebut diawali dari tendangan Sawa yang sempat dimentahkan Rampone di muka gawang ketika Solo sudah di luar posisinya.

Berbagai peluang kembali lahir. Fukumoto melakukan penyelamatan atas peluang Racher Buehler untuk mencegah gol ketiga bersarang di gawangnya, enam menit berselang. Peluang itu dibalas Jepang melalui bola-bola mati. Miyama, kapten sekaligus spesialis bola mati, melayangkan umpan yang hampir saja disambar Ogimi. Bola diamankan Wambach menjadi tendangan penjuru.

Solo menjadi penyelamat Amerika Serikat pada menit ke-83. Asuna Tanaka berhasil mencuri bola dari penguasaan Rampone. Berdiri bebas dengan sudut tembak yang terbuka, Tanaka melepas tembakan yang memaksa Solo meregangkan tangan untuk menjangkau bola.

Jepang meningkatkan tekanan hingga menit-menit akhir, apalagi Amerika Serikat terlalu sering melakukan pelanggaran. Sayangnya, meski sudah berjuang keras, Jepang tidak memiliki striker mumpuni untuk menuntaskan peluang yang mereka dapatkan. Tambahan waktu dua menit tidak mengubah kedudukan.

Nadeshiko menyerah 2-1. Dengan demikian, Amerika Serikat sukses merebut emas keempat dari lima kali penyelengaraan Olimpiade.


SIAPA TERATAS DALAM DAFTAR
50 PEMAIN TERBAIK 2012
VERSI GOAL.COM?

Terkait