thumbnail Halo,
Live

Kualifikasi PD Eropa

  • 17 Oktober 2012
  • • 01:00
  • • Arena Naţională, Bucureşti
  • Wasit: C. Thomson
  • • Penonton: 53329
1
FT
4

Belanda Lulus Ujian Bucharest

Belanda Lulus Ujian Bucharest

DANIEL MIHAILESCU

Belanda mempertahankan rekor 100 persen di Grup D kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Eropa dengan melibas pesaing terdekat Rumania 4-1.

GOAL.com Indonesia   OLEH
AGUNG HARSYA

Belanda berhasil membawa pulang kemenangan 4-1 dari markas Rumania pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Eropa di stadion Nasional, Bucharest, Selasa (16/10) malam waktu setempat.

Pertandingan dianggap sebuah ujian bagi Van Gaal karena menghadapi rival terdekat dalam perebutan tiket ke Brasil 2014. Sama seperti Belanda, Rumania mengantungi tiga kemenangan dalam tiga pertandingan. Jumat lalu, Tricolori secara mengejutkan menundukkan tuan rumah Turki 1-0.

Louis van Gaal kembali memasang Robin van Persie sebagai ujung tombak. Perubahan lain dari tim yang mengalahkan Andorra 3-0 empat hari lalu adalah kembalinya Ricardo van Rhijn dan Luciano Narsingh di sektor kanan tim. Sementara, Victor Piturca masih memasang formasi terbaiknya dengan mengandalkan kreativitas Gabriel Torje.

Ancaman pertama diberikan Rumania setelah pada menit kelima John Heitinga melanggar Ciprian Marica. Tendangan bebas Torje berhasil menaklukkan Maarten Stekelenburg, tapi menghantam mistar. Bola muntah langsung diamankan Bruno Martins Indi.

Saat Belanda memperoleh peluang melalui situasi bola mati empat menit berselang, mereka berhasil membobol gawang Rumania. Tendangan penjuru Rafael van der Vaart ditinju Ciprian Tatarusanu keluar area penalti. Bola mengarah pada Jeremain Lens dan langsung disundul ke arah gawang tanpa dapat dihalau Alexandru Bourceanu yang berjaga di garis gawang. Ini gol pertama yang bersarang di gawang Rumania setelah tiga pertandingan kualifikasi.

Gol ini memberikan kepercayaan diri kepada para pemain Belanda untuk mengendalikan ritme pertandingan. Dengan tekun mereka memainkan bola dari kaki ke kaki untuk membuka ruang. Menit 18, umpan silang mendatar Narsingh disambut Van Persie di tiang dekat, tapi dapat digagalkan Tatarusanu. Van Persie mengarahkan bola muntah ke arah Lens. Barisan pertahanan Rumania segera menutup ruang sebelum si pencetak gol pertama ini melepaskan tembakan.

Menit 28, pelanggaran tak perlu Dorin Goian terhadap Lens di sektor kanan pertahanannya mengawali gol kedua Belanda. Herannya, Tatarusanu hanya meminta dua pemain sebagai pagar betis. Van der Vaart pun menemukan ruang yang cukup untuk memberikan umpan silang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Martins Indi dari jarak dekat. Gol kedua Martins Indi dalam lima penampilan bersama Oranje.

Rumania terpacu membalas. Serangan yang dibangun dengan tempo cepat membuat pertandingan berjalan menarik. Beberapa kali Marica dan Torje mencoba menciptakan peluang sehingga pertahanan Belanda harus terus bersiaga.

Gol yang dicari tuan rumah akhirnya tercipta lima menit sebelum jeda. Marica lolos dari jepitan dua pemain lawan dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok kanan gawang Stekelenburg. Stadion Nasional Bucharest pun bergemuruh.

Memasuki menit terakhir tambahan waktu babak pertama, Belanda mengembalikan keunggulan dua gol. Lagi-lagi melalui bola mati. Gabriel Tamas menarik Narsingh yang mencoba mengejar sebuah umpan panjang di kotak penalti. Wasit Craig Thomson menilainya sebagai sebuah pelanggaran sehingga kartu kuning untuk Tamas dan penalti. Van der Vaart berhasil melaksanakan tugas sebagai eksekutor.

Babak kedua baru berjalan empat menit, Belanda nyaris melesakkan gol keempat. Umpan tendangan bebas Van der Vaart diteruskan sundulan Van Persie sehingga memaksa Tatarusanu melakukan penyelamatan sambil menjatuhkan diri.

Rumania membalas pada menit ke-52 melalui tendangan keras Bogdan Stancu dari luar kotak penalti. Kali ini Stekelenburg dapat menghalaunya dan bola segera diamankan pertahanan Belanda.

Tempo pertandingan di babak kedua menurun karena Rumania bermain lebih hati-hati dan bersabar dalam membangun serangan. Guna mencari peluang, Piturca berturut-turut memasukkan Constantin Lazar, Adrian Popa, dan Adrian Mutu setelah pertandingan melewati menit 60. Tim tamu baru melakukan pergantian pemain setelah menit ke-77. Ibrahim Afellay dimasukkan untuk menggantikan Van der Vaart.

Menit 81, ketidakpuasan publik tuan rumah terhadap wasit Thomson memuncak. Pengadil asal Skotlandia itu mengabaikan dijatuhkannya Ropa oleh Martins Indi di dalam kotak penalti Belanda. Kapten Razvan Rat yang melancarkan protes keras dijatuhi kartu kuning.

Tensi meningkat semenit berselang ketika Lens bersenggolan dengan Tamas di pinggir lapangan. Tim Belanda menganggap Tamas melakukan pelanggaran, tetapi Thomson memberikan Lens kartu kuning karena menganggapnya diving. Nigel de Jong yang tak puas atas keputusan itu juga diberikan hukuman yang sama.

Van Persie menuntaskan pertandingan pada menit ke-86. Rancangan serangan dari sayap kanan diakhiri dengan umpan menyilang Narsingh ke tengah kotak penalti Rumania. Dengan bebas Van Persie menaklukkan Tatarusanu.

Striker Manchester United itu berpeluang menambah gol memasuki menit terakhir di waktu normal. Menyusul pelanggaran terhadap Afellay, tendangan bebas Van Persie ditip ke atas mistar oleh Tatarusanu.

Pertandingan berakhir pada menit ketiga tambahan waktu dan Belanda mempertahankan posisi puncak klasemen Grup D dengan rekor sempurna setelah empat kali bertanding.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Belanda di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Eredivisie Belanda lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Belanda.

Terkait