thumbnail Halo,
Live

Kualifikasi PD Asia

  • 6 September 2011
  • • 19:00
  • • Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
  • Wasit: Min-Hu Lee
  • • Penonton: 85000
0
FT
2

Diwarnai Insiden Petasan, Indonesia Takluk Lagi

Diwarnai Insiden Petasan, Indonesia Takluk Lagi

Indonesia kembali kalah dalam Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia saat menjamu Bahrain di SUGBK, Senayan, Jakarta pada laga yang diwarnai insiden petasan.

Indonesia kembali menuai kekalahan di Pra-Piala Dunia 2014 zona Asia. Menjamu Bahrain di SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9) malam WIB, Indonesia takluk 2-0.

Hasil tersebut membuat peluang Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya semakin sulit karena di laga sebelumnya, saat dijamu Iran empat hari lalu, Indonesia juga mengalami kekalahan.

Dengan hasil itu, Indonesia belum bisa mengoleksi angka dan berada di dasar klasemen Grup E. Sementara Bahrain mendapat poin empat dan memuncaki klasemen, mengungguli Iran yang baru akan menghadapi Qatar beberapa jam lagi.

Laga juga diwarnai dengan insiden petasan dari tribun penonton, dan sempat membuat laga dihentikan selama 15 menit oleh panitia pertandingan karena alasan keamanan. Karena insiden tersebut, bukan tidak mungkin Indonesia akan dikenai sanksi dari FIFA.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan sempat berjalan seimbang di paruh pertama. Indonesia dan Bahrain sama-sama memiliki kans untuk unggul, meski tim tamu terlihat lebih dominan.

Gawang Markus Horison lebih banyak mendapat tekanan oleh gempuran lini depan Bahrain. Husain Ali Hasan Ali Mohamed memberikan ancaman pertama lewat tendangan bebas, meski tidak tepat sasaran.

Markus kembali melakukan sejumlah penyelamatan di awal babak pertama, meski ada juga dia nyaris melakukan blunder dengan menepis bola hasil crossing ke tengah lapangan. Untung dia bisa bergerak cepat untuk mengamankan bola sebelum disepak pemain Bahrain.

Faouzi Mubarak Aaish juga memberikan ancaman ke gawang Indonesia. Dalam posisi tak terkawal, dia melepas tendangan ke arah gawang, namun bisa dibendung Markus.

Indonesia bukannya tak mendapat peluang matang. Umpan crossing Boaz Solossa berhasil disambut Bambang Pamungkas dengan kepalanya. Hanya saja arah bola sundulan tidak tepat sasaran.

Setelahnya, Bahrain terus mengepung lini pertahanan Indonesia. Setelah berhasil menahan gempuran, gawang Indonesia akhirnya jebol di menit 45 setelah Sayed Ebrahem melepas tendangan ke arah tiang jauh tanpa bisa dihalau Markus. 1-0 Indonesia dalam posisi tertinggal.

Di babak kedua, Indonesia berusaha menekan dan menyamakan kedudukan. Strategi pun sedikit diubah dengan memasukkan Hariono untuk menggantikan Firman Utina.

Imbasnya, permainan Indonesia lebih terarah dan memiliki tempo, namun belum cukup baik untuk bisa menembus lini pertahanan Bahrain.

Sementara tim tamu sepertinya ingin lebih mengamankan keunggulan 1-0 dengan bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik. Determinasi yang ditunjukkan di paruh pertama tidak terlihat.

Namun begitu, strategi itu sudah cukup untuk bisa membawa Bahrain mencetak gol tambahan di menit 72 lewat gol Abdullatif Ismaeel, yang berhasil lolos dari jebakan offside timnas Indonesia dan menaklukkan Markus dengan tendangan placing.

Tertinggal dua gol membuat suporter Indonesia frustrasi dan membuat onar dengan menyalakan petasan di dalam stadion. Wasit pun harus menghentikan pertandingan untuk sementara waktu guna meredakan situasi.

Dengan insiden tersebut, ada peluang Indonesia akan mendapat sanksi dari FIFA. Pukulan tersendiri tentunya mengingat Indonesia juga kalah di dua pertandingan. Ada pun pertandingan terhenti di menit 80 karena gangguan petasan tersebut. Panitia pertandingan
memutuskan untuk menghentikan laga selama 15 menit karena alasan keamanan.

Saat pertandingan dilanjutkan, tidak ada perubahan di papan skor. Hingga peluit panjang dibunyikan, tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-0 untuk kemenangan Bahrain tetap bertahan.

Terkait